1

Like Me On Facebook

Cari Blog Ini

Kamis, 02 Desember 2010

KOMPRESI & SETING CHASIS

Wahyu Aji dari tim Dumasari Kawahara SMS (DKS), Jakarta, turun di BeAT Your Limit IMI Sumut Matic Race putaran II, Medan. Yamaha Mio Wahyu Aji enggak tertandingi di kelas 125 cc di sirkuit Cemara Asri. Pas dilacak kuncinya  menaikkan rasio kompresi dan mengatur ulang rangka.

“Waktu latihan Jumat, motor pada jatuh. Langsung seting ulang mesin dan rangka agar aman,” beber Aldy Bosar, pemilik tim DKS yang asli Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Bosar mau main ke kampung halamannya lantaran dia mau bagi ilmu. Tentunya teknologi skubek di Sumatera Utara enggak secepat perkembangannya dibanding Jawa. Di Jawa sendiri balapan skubek sudah lebih awal tahun lalu de-ngan regulasi dan teknologi terarah.
627002-mio-dumasari-boyo.jpg
“Sebenarnya mesin enggak perlu kencang. Yang dipentingkan itu sebenar-nya torsi. Terus, rangka pun harus diset sempurna,” beber Bayu Putera, tunner handal dari DKS, Jakarta.

627103-mio-dumasari-boyo1.jpgLagian karakter sirkuit pendek-pendek. Lintasan lurus kurang dari 200 meter. Pembalap enggak bisa membuka lama handel gas karena sudah ketemu kelokan.

“Makanya butuh kompresi tinggi. Kompresi di sirkuit Cemara sampai 12,7 : 1. Lebih tinggi dibanding sirkuit seperti AongKemayoran yang panjang cuma 12,4 : 1. Pakai kompresi tinggi di Medan aman karena jumlah lapnya sedikit," ulas Bayu yang bengkelnya Dumasari Fourteen di Jakarta Timur.

Rangka diseting ulang lewat sokbreker belakang dan engine mounting. Sok diset supaya rebound lambat dan kompresi cepat. Dan mounting pakai bahan teflon yang sudah banyak di pasaran.

AWAS GERAKAN SOK SKUBEK

Wahyu Aji acungi jempol buat rider Medan. Keberanian mereka menurut Wah-yu jadi modal utama. "Cuma mereka terbiasa dengan naik bebek. Kelihatan cara nikungnya yang main banting motor aja. Padahal, jauh beda kalau bawa skubek," beber Wahyu.

Skubek jelas banget, mengandalkan satu sokbreker seperti di Mio. Posisi sokbreker Mio ada di kiri. Berbeda dengan bebek yang banyak mengandalkan suspensi ganda. Dampaknya gaya balap harus berbeda dibanding bebek. "Waktu motor nikung ke kanan ban bergeser ke kiri lebih banyak. Kalau nikung ke kiri ban ke kanan. Banting motornya harus diayun perlahan," jelas Wahyu yang berbadan imut.

Padahal, karakter gerakan ban belakang bisa dimanfaatkan jadi rolling speed. Wahyu bilang setelah mau keluar tikungan buka gas perlahan yang bisa bikin hi-dung motor lebih cepat menikung searah jalur berikutnya.

DATA MODIFIKASI


Ban depan : Deli Tire 90/80-14
Ban belakang :Deli Tire 90/80-14
Piston : 53,4 mm
Pilot-jet :42
Main-jet :110
Gir : 12/42

PT DAM Gelar Final Contest Mekanik Regional Jabar

PT Daya Adira Mustika (DAM) selaku main dealer sepeda motor Honda di Jabar, menggelar Final Contest Mekanik Regional Jabar. Dalam kegiatan tersebut, tiga mekanik berhak mewakili Jabar pada kontes mekanik tingkat nasional di Jakarta, Juli mendatang.

Ketiga pemenang kontes mekanik tingkat regional Jabar tersebut, Sobirin, mekanik dari AHASS Karunia Motor Bogor (juara I), Pupun dari AHASS PT DAM Bandung (juara II), dan Nur Alamsyah dari AHASS Bintang Niaga Jaya Depok (juara III).

Tatang Mulyana, Technical Training Subdepartement Head PT DAM mengatakan, kontes mekanik tersebut merupakan ajang kompetisi para mekanik yang berasal dari bengkel-bengkel resmi Honda atau Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) di seluruh Jabar. "Ada sekitar 231 mekanik yang mengikuti kontes ini," jelasnya.

Dikatakan, kontes dilakukan dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama yang digelar pada Januari-Maret lalu, para peserta mengikuti ujian teori dan seleksi dilakukan di enam kota, Bekasi, Karawang, Bandung, Bogor, Cirebon, dan Tasikmalaya. Dari tahap ini 51 peserta lolos ke babak kedua. Pada babak kedua, ke-51 peserta tersebut kembali diseleksi hingga tersaring 10 Besar yang berhak masuk ke babak final.

Di babak final dipilih tiga pemenang yang mendapatkan trofi penghargaan serta uang tunai jutaan rupiah. Mereka pun akan mewakili Jabar untuk kontes mekanik tingkat nasional pada 15-16 Juli di Jakarta.

Hal senada diungkapkan Denny Sihombing, koordinator pelaksana kontes mekanik. Menurutnya, pada ajang kontes mekanik ini para peserta diseleksi melalui beberapa materi. Di antaranya tes teori kerja bangku dan perbaikan masalah (trouble shooting). Termasuk penilaian untuk prosedur dan pelayanan para mekanik AHASS serta terlaksananya program 5 Bersih, yaitu bersih pakaian, bersih penampilan diri, peralatan, ruang kerja, dan bersih hasil kerja.

"Pada dasarnya kegiatan ini ditujukan untuk memotivasi para mekanik AHASS, juga memantau keterampilan dan pengetahuan mereka," tandasnya.

Setelah kontes mekanik, PT DAM berencana menggelar final kontes service advisor (SA) pada 18-19 Mei ini. Kontes diikuti 20 kontestan. Untuk tahap seleksi SA dilakukan di lima kota dan dilakukan sejak Maret lalu, yakni di Kota Bandung, Bogor, Cirebon, Karawang, dan Tasikmalaya.

Sementara predikat Honda sebagai motor paling hemat bahan bakar semakin tak tergoyahkan. Apalagi setelah PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil menyapu bersih hampir semua penghargaan The Best Fuel Consumption dalam ajang Otomotif Award 2010.

Hasil pengumuman penghargaan Tabloid Otomotif akhir pekan lalu, Honda berhasil menyisihkan merek sepeda motor lain yang turut bersaing memperebutkan predikat The Best Fuel Consumption di semua segmen, baik bebek, skutik maupun sport.

Gelar paling bergengsi dalam hal konsumsi bahan bakar ini diraih AHM melalui Honda BeaT yang berada di kelompok skutik 110-115 cc, Honda Absolute Revo di kelas bebek 110-115 cc, dan Supra X 125 di kelompok bebek 120-125 cc. Honda Tiger juga dikukuhkan sebagai motor sport teririt di kelompok 180-250 cc.

Kemenangan ini dilengkapi keberhasilan Honda CS1 meraih penghargaan yang sama di kelompok bebek super dan Supra X 125 PGM-FI di kelompok bebek injeksi. "Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Otomotif Award ini akan semakin mengukuhkan persepsi publik bahwa Honda motor hemat bahan bakar dan ramah lingkungan," ujar Kristanto, Head of Corporate Communication PT AHM.

Selain enam penghargaan The Best Fuel Consumption, AHM juga menyabet tujuh penghargaan lainnya. Tiga belas penghargaan ini menempatkan Honda sebagai merek penerima penghargaan terbanyak, termasuk untuk predikat paling bergengsi di ajang Otomotif Award 2010, yaitu Rookie of The Year melalui Honda Vario Techno.

Honda Vario Techno juga dikukuhkan sebagai The Best Feature and Technology. Sedangkan varian pendahulunya, Honda Vario, mendapatkan penghargaan sebagai The Best Performance and Handling di kelompok skutik 110-115 cc.

Peghargaan lain yang diberikan Tabloid Otomotif kepada sepeda motor Honda adalah The Best Design. Untuk kelompok skutik 110-115 cc diberikan kepada Honda Vario Techno, bebek 110-115 cc dimenangkan Honda Blade, kelompok bebek super dianugerahkan untuk Honda CS1, dan di kelompok bebek injeksi Honda Supra X 125 PGM-FI yang dikukuhkan sebagai yang terbaik.

Entri Populer